Belut Gurih tapi Berisiko Tips Aman dari Dosen UM Surabaya

Belut Gurih tapi Berisiko Tips Aman dari Dosen UM Surabaya – Belut termasuk makanan favorit sebagian masyarakat Indonesia. Rasanya yang gurih dan kaya protein membuatnya digemari, terutama di daerah Jawa Timur. Namun, meski dianggap lezat dan bergizi, mengonsumsi belut secara berlebihan ternyata memiliki risiko kesehatan yang perlu diketahui. Dosen Universitas Negeri Surabaya (UM Surabaya) membagikan informasi penting korem163wirasatya.id mengenai dampak konsumsi belut bagi tubuh.

Kandungan Gizi Belut

Belut dikenal memiliki kandungan protein tinggi, vitamin, dan mineral penting seperti zat besi, fosfor, dan kalsium. Selain itu, belut juga mengandung vitamin A, B12, dan asam lemak omega-3 yang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan jantung. Protein dalam belut dapat membantu pertumbuhan otot dan regenerasi sel, sedangkan omega-3 berperan dalam mengurangi peradangan di dalam tubuh.

Risiko Kolesterol Tinggi

Menurut Dosen UM Surabaya, salah satu risiko utama mengonsumsi belut terlalu sering adalah meningkatnya kadar kolesterol. Belut memiliki lemak jenuh yang cukup tinggi, sehingga jika dikonsumsi secara berlebihan, dapat memicu penumpukan plak di pembuluh darah. Hal ini berpotensi menyebabkan penyakit jantung, stroke, dan masalah kardiovaskular lainnya. Dosen tersebut menekankan pentingnya mengonsumsi belut dalam porsi yang wajar, minimal satu hingga pusur-institute.id dua kali seminggu saja.

Masalah Pencernaan

Selain risiko kolesterol, belut juga dapat menyebabkan masalah pencernaan jika tidak diolah dengan benar. Belut hidup di lingkungan berlumpur dan dapat membawa bakteri atau parasit yang berbahaya bagi tubuh. Mengonsumsi belut mentah atau kurang matang berisiko menimbulkan gangguan pencernaan seperti diare, mual, dan infeksi usus. Oleh karena itu, memastikan belut dimasak hingga matang sempurna sangat penting untuk menjaga kesehatan.

Kandungan Merkuri dan Logam Berat

Belut yang ditangkap di perairan tertentu juga dapat mengandung merkuri dan logam berat. Zat-zat ini dapat menumpuk dalam tubuh dan memengaruhi fungsi ginjal serta saraf. Dosen UM Surabaya menyarankan untuk memilih belut dari sumber terpercaya dan tetap membatasi frekuensi konsumsi. Hal ini penting terutama bagi anak-anak dan wanita hamil, karena mereka lebih rentan terhadap efek berbahaya logam berat.

Tips Aman Mengonsumsi Belut

Untuk tetap menikmati manfaat belut tanpa menimbulkan risiko kesehatan, ada beberapa tips yang bisa diikuti:

  • Batasi konsumsi: Tidak lebih dari 1-2 kali per minggu.
  • Masak hingga matang: Pastikan belut benar-benar matang untuk membunuh bakteri dan parasit.
  • Pilih sumber terpercaya: Utamakan belut yang berasal dari kolam budidaya bersih.
  • Kombinasikan dengan sayuran: Mengonsumsi belut bersama sayuran dapat membantu menyeimbangkan lemak dan kolesterol.

Kesimpulan

Belut memang kaya gizi dan nikmat untuk disantap, tetapi konsumsi berlebihan memiliki risiko bagi kesehatan, termasuk kolesterol tinggi, gangguan pencernaan, dan paparan logam berat. Dosen UM Surabaya menekankan pentingnya konsumsi yang bijak dan pengolahan yang tepat agar tubuh tetap sehat. Dengan mengetahui batas aman dan cara memasak yang benar, masyarakat dapat tetap menikmati belut tanpa mengorbankan kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *