Sifilis merupakan salah satu penyakit menular seksual (PMS) yang disebabkan carissatours.co.id oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit ini sering disebut “silent killer” karena banyak wanita tidak menyadari gejalanya. Padahal, jika tidak ditangani dengan tepat, sifilis dapat berdampak serius, termasuk menular ke janin selama kehamilan.
Gejala Sifilis pada Wanita yang Sering Terlewatkan
Gejala sifilis pada wanita bisa sangat halus dan kadang tidak menimbulkan odepulsa.co.id rasa sakit. Beberapa tanda yang sering tidak disadari antara lain:
1. Luka atau Borok di Area Intim
Pada tahap awal, wanita mungkin mengalami luka kecil di vagina, leher rahim, atau area genital lainnya. Luka ini biasanya tidak nyeri dan sembuh sendiri dalam beberapa minggu, sehingga sering dianggap biasa.
2. Ruam Kulit dan Kemerahan
Tahap sekunder sifilis bisa muncul berupa ruam di kulit, terutama di telapak tangan dan kaki. Ruam ini biasanya tidak gatal dan bisa hilang tanpa pengobatan, sehingga banyak wanita mengabaikannya.
3. Gejala Mirip Flu
Demam ringan, sakit tenggorokan, nyeri otot, dan kelelahan bisa muncul pada tahap awal sifilis. Gejala ini mudah disalahartikan sebagai infeksi ringan atau flu biasa.
4. Perubahan pada Mulut dan Selaput Lendir
Luka di mulut, tenggorokan, atau alat kelamin yang menyerupai sariawan juga bisa menjadi tanda sifilis. Luka ini biasanya tidak terasa sakit, sehingga sering diabaikan.
Risiko Penularan ke Anak
Jika wanita hamil terinfeksi sifilis, bakteri bisa menular ke janin melalui plasenta. Kondisi ini disebut sifilis kongenital. Bayi yang lahir dari ibu penderita sifilis tanpa pengobatan berisiko mengalami:
Kelahiran prematur
Berat badan rendah
Cacat lahir pada organ tubuh
Kematian bayi sebelum atau setelah lahir
Pentingnya Diagnosis Dini
Deteksi dini adalah kunci agar sifilis tidak menular ke anak. Tes darah sederhana dapat mengonfirmasi keberadaan bakteri Treponema pallidum. Wanita yang aktif secara seksual disarankan melakukan pemeriksaan rutin, terutama sebelum atau saat hamil.
Pengobatan Sifilis pada Wanita
Sifilis dapat disembuhkan dengan antibiotik, terutama penisilin. Dosis dan lama pengobatan tergantung pada tahap penyakit. Penting juga bagi pasangan untuk diperiksa dan diobati agar infeksi tidak terus menyebar.
Pencegahan Penularan ke Anak
Selain pengobatan, langkah-langkah berikut penting untuk mencegah penularan sifilis ke bayi:
Melakukan pemeriksaan rutin sebelum hamil
Mengikuti pengobatan hingga tuntas jika terdeteksi sifilis
Menghindari hubungan seksual tanpa pengaman dengan pasangan yang belum diperiksa
Kesimpulan
Sifilis pada wanita sering tidak disadari karena gejalanya ringan atau tidak muncul sama sekali. Namun, jika tidak ditangani, risiko penularan ke anak sangat tinggi. Deteksi dini, pengobatan tepat, dan pencegahan adalah langkah terbaik untuk melindungi kesehatan ibu dan bayi.